8 April 2010: Unilever memperjelas posisinya pada PT SMART
Laporan yang beredar tanggan 7 April 2010 tentang status hubungan dagang antara Unilever dengan PT SMART bukanlah refleksi yang akurat untuk posisi Unilever.
Komitmen satu-satunya Unilever dalam level ini adalah untuk mempertimbangkan ulang keputusan yang diambil pada bulan Desember 2009 terkait PT SMART, saat PT SMART menyediakan respon lengkap terkait tuduhan yang ditujukan pada mereka.
Keputusan Unilever untuk menunda pembelian kelapa sawit dari PT SMART dipicu oleh tuduhan serius yang ada untuk perusahaan itu. Unilever telah menjelaskan pada PT SMART beban bukti yang ada pada mereka. Mereka perlu untuk menyediakan bukti yang bisa dijelaskan bahwa tuduhan melawan mereka tidaklah benar atau mendemonstrasikan bahwa mereka telah melakukan tindakan pada kesalahannya dan meyakinkan bahwa mereka tidak akan lagi dipersalahkan atas perluasan pada hutan konservasi atau ladang gambut untuk perkebunan mereka.
Marc Engel, Chief Procurement Officer dari Unilever, mengatakan: “Saya telah melihat sedikit contoh untuk menyarankan bahwa PT SMART punya niatan yang sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan penting yang perlu untuk memberikan keyakinan melanjutkan hubungan dagang. PT SMART memilik waktu tiga bulan untuk merespon permintaan Unilever untuk melakukan audit. Bahkan saat ini, mereka tengah menunjuk ahli independen untuk mengawasi auditnya. Untuk kepentingan yang lebih luas pada industri kelapa sawit di Indonesia, saya dengan tulus mengharapkan kesuksesan mereka. Tetapi untu saat ini, kita tunggu saja hasil dari audit itu. Kami perlu bukti-bukti yang bisa dijelaskan oleh pengaudit independent yang diawasi oleh ahli-ahli yang terkemuka – itu lah yang diperlukan.”

0 komentar:
Posting Komentar